Pengertian buku pengayaan. Bagi seorang pengajar, khususnya guru di berbagai jenjang pendidikan tentu sangat paham mengenai pengertian buku pengayaan. Buku pengayaan diketahui menjadi satu diantara beberapa buku pegangan dari seorang pengajar untuk menjalankan tugasnya di kegiatan pembelajaran. Sehingga, seorang guru dituntut untuk memiliki buku pegangan sekaligus menyusun buku pegangan tersebut.

Tujuannya tentu saja untuk mengoptimalkan kegiatan mengajar. Supaya materi pembelajaran bisa disampaikan dengan baik dan jam belajar di kelas menjadi efektif. Sebab lewat buku-buku pegangan ini, seorang pengajar bisa tahu apa saja yang harus diajarkan dan bagaimana memulai pembelajaran.

Supaya lebih maksimal dalam memanfaatkan buku pengayaan, maka kalangan tenaga pengajar harus paham betul pengertian buku pengayaan tersebut. Berikut penjelasan detailnya.

Mengenal Pengertian Buku Pengayaan

Jika membahas mengenai buku pengayaan, maka pada dasarnya juga harus paham pengertian dari buku teks. Sebab keduanya saling melengkapi dan menjadi pegangan wajib dari seorang pengajar. Buku teks sendiri adalah bahan ajar dan sumber belajar yang sangat mudah untuk ditemukan sekaligus untuk digunakan.

Tenaga pengajar hanya perlu membaca apa yang tercantum atau tertulis di dalam buku teks tersebut. Untuk kemudian diaplikasikan dalam kegiatan mengajar di kelas. Agar isi dari buku teks ini bisa dipahami pada dasarnya tidak dibutuhkan keterampilan khusus.

Hanya perlu membacanya dengan seksama, sehingga bisa mengetahui materi yang dijelaskan di dalam buku tersebut. Buku teks juga diketahui disusun berdasarkan kurikulum pendidikan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Buku teks di dalamnya juga berisi latihan soal yang nantinya bisa diterapkan di dalam kelas.

Sehingga tidak hanya berisi penjelasan materi secara teori namun juga latihan soal, untuk mengetahui kompetensi mana saja yang sudah dikuasai oleh para siswa. Isi dari buku teks sendiri pada dasarnya lebih dominan ke materi-materi pokok yang mengasah kemampuan berpikir dari pengajar dan siswa.

Lalu, apa pengertian buku pengayaan yang masih berhubungan erat dengan buku teks yang dijelaskan di atas? Buku pengayaan secara sederhana bisa diartikan sebagai buku penunjang buku utama yakni buku teks, yang digunakan pengajar untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Selain itu bisa diartikan pula sebagai buku yang bisa dijadikan rujukan standar pada mata pelajaran tertentu.

Isi dari buku pengayaan sendiri adalah wawasan ilmu yang akan bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan dari pengajar yang membacanya. Penggunaan bahasa yang sederhana membuat buku pengayaan mudah untuk dipahami oleh kalangan pengajar. Sehingga memudahkan pula untuk menerapkan isinya ke dalam kelas saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

Buku pengayaan kemudian juga bisa diberikan kepada peserta didik atau siswa untuk bisa memperdalam ilmu dan wawasan.

Baca Juga: Buku Dan Karya-karya Tulis Merupakan Wujud Kebudayaan Yang Berupa?

Jenis dan Karakter Khas dari Buku Pengayaan

Buku pengayaan sendiri kemudian hadir dalam beberapa jenis atau golongan, yaitu:

1. Materi

Buku pengayaan digolongkan berdasarkan materi, dan dari aspek ini terbentuk tiga jenis buku pengayaan. Berikut detailnya:

a. Buku Pengayaan Pengetahuan

Buku pengayaan pengetahuan adalah buku yang memuat sebuah materi dari sebuah mata pelajaran. Sehingga sisinya bisa memperdalam dan menngembangkan kekayaan ilmu dari pengajar yang membacanya.

Isi materi di dalam buku pengayaan pengetahuan meliputi ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan ilmu lain yang menambah wawasan akademik.

b. Buku Pengayaan Keterampilan

Sedangkan untuk buku pengayaan keterampilan adalah buku pengayaan yang berisi materi mengenai suatu keterampilan. Sehingga pengajar yang membacanya bisa mendapatkan tambahan keterampilan untuk membuat sebuah karya.

Keterampilan yang dipaparkan di dalam buku pengayaan keterampilan adalah dari bidang tertentu. Adapun contohnya seperti:

  • Budidaya Ayam Bangkok karya Dudung Abdul Muslim.
  • Membuat Mesin Tetas Elektronik karya Kelly S.
  • Petunjuk Perawatan Anggrek karya Hadi Iswanto.

c. Buku Pengayaan Kepribadian

Berikutnya adalah pengertian buku pengayaan kepribadian yang merupakan sebuah buku yang memuat materi untuk memperkaya kepribadian atau pengalaman batin dari pembacanya.

Adapun contoh untuk buku pengayaan kepribadian adalah:

  • Layar Terkembang karya St. Takdir Alisyahbana.
  • Merakit dan Membina Keluarga Bahagia karya W. Jay  Batra dkk.

2. Penyajian

Jika dilihat dari segi penyajian, maka buku pengayaan kemudian digolongkan menjadi dua. Yaitu:

a. Ilmiah (Non Fiksi)

Buku pengayaan ilmiah adalah buku yang memuat materi secara ilmiah, tidak ada unsur pengembangan dan karangan di dalamnya. Adapun contoh dari buku pengayaan ini adalah seperti buku-buku mengenai budidaya, bercocok tanam, dan sebagainya.

b. Non Ilmiah (Fiksi)

Sedangkan untuk buku pengayaan non ilmiah adalah jenis buku pengayaan yang penyajiannya tidak berpaku pada struktur ilmiah yang fokus mengikuti aturan dan standar tertentu. Jenisnya sendiri adalah seperti contoh pada buku pengayaan kepribadian.

Ada ilmu didalamnya, namun untuk mengembangkan kepribadian dan pengalaman batin dari pembaca.

Memahami pengertian buku pengayaan seperti penjelasan di awal, maka bisa diketahui ula karakter atau ciri khas yang dimilikinya.

Secara umum buku pengayaan akan berbeda dengan buku teks dan buku pegangan mengajar lain.

Sebab memiliki ciri khas.

Adapun ciri khas tersebut adalah:

  • Materi di dalam buku pengayaan bisa bersifat kenyataan (ilmiah) maupun karangan (non ilmiah).
  • Pengembangan materi di dalam buku pengayaan pada dasarnya tidak terkait langsung dengan kurikulum atau kerangka dasar.
  • Materi di dalam buku pengayaan kemudian disajikan secara populer dan atau menggunakan teknik lain yang cenderung inovatif.
  • Bentuk penyajian materi di dalam buku pengayaan cukup beragam. Bisa dalam bentuk deskripsi, eksposisi, narasi, argumentasi, puisi, dialog, dan atau menggunakan gambar sebagai bentuk penyajian materi.
  • Bahasa yang digunakan dibuat sederhana agar mudah dipahami.
  • Bahasa yang digunakan di dalam buku pengayaan adalah ragam dari bahasa ilmiah maupun bahasa non ilmiah.
  • Memiliki isi dalam bentuk materi namun tidak terdapat latihan soal seperti buku ajar.
  • Materi di dalam buku pengayaan bersumber dari data dan juga fakta.

Bentuk dari pengertian buku pengayaan sendiri kemudian menjadi sangat beragam, dan kemudian bisa dijadikan bahan pendukung dalam kegiatan pembelajaran.

Adapun bentuk-bentuk buku pengayaan yang sering atau lumayan umum digunakan adalah:
  1. Buku umum, meliputi: komik, cerpen, dan novel.
  2. Buku motivasi, misalnya: biografi, buku sejarah.
  3. Buku keterampilan: buku cara merajut benang, buku keterampilan origami, dan lain-lain.
  4. Buku pengetahuan: trik dalam belajar, trik mengerjakan PR, dan sebagainya.

Tips menyusun Buku Pengayaan

Setelah memahami betul mengenai pengertian buku pengayaan sesuai penjelasan di atas. Maka di tahap selanjutnya adalah mencoba menyusun atau menulis buku pengayaan tersebut.

Sebagai pemula mungkin akan mengalami kesulitan untuk bisa menulis buku pengayaan yang baik dan benar. Sebab meskipun ada jenis buku pengayaan non ilmiah, namun penyajiannya harus tepat.

Supaya tujuan dari penyusunannya benar-benar bisa dicapai ketika naskah buku pengayaan sudah berhasil diselesaikan. Simak tips berikut untuk bisa menyusun buku pengayaan dengan baik dan benar sekaligus mudah untuk diselesaikan:

1. Melakukan Analisa pada Kompetensi

Tips pertama untuk bisa menulis buku pengayaan dengan baik dan benar sekaligus efisien, adalah menganalisa kompetensi yang dimiliki. Sesuaikan tema dari buku pengayaan yang disusun dengan kompetensi yang memang dikuasai dan dimiliki.

Akan jauh lebih baik jika kompetensi ini mencakup dari kompetensi dasar dan juga tingkatan di atasnya. Sehingga memudahkan proses menuangkan kompetensi tersebut ke dalam bentuk teks di dalam naskah buku pengayaan. Tips ini disebutkan yang pertama kali, karena memang menjadi dasar penting.

Secara umum, materi di dalam buku pengayaan perlu disesuaikan dengan kurikulum dan pendidikan. Atau disesuaikan dengan SKKD (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) di semua jenjang pendidikan. Dimulai dari jenjang SD, SMP, sampai ke SMA.

Jika mengalami kesulitan untuk menganalisa atau mengenali kompetensi yang dimiliki. Maka bisa mencari tahu detail SKKD tersebut dari berbagai sumber dan media. Sehingga bisa diketahui dari deretan SKKD tersebut mana yang kompetensinya sudah dimiliki. Barulah kemudian diputuskan untuk menyusun buku pengayaan berdasarkan kompetensi tersebut.

2. Menyusun Kerangka dari Buku Pengayaan

Usai melakukan analisa pada kompetensi yang sesuai berdasarkan SKKD, maka berikutnya adalah menyusun kerangka. Menyusun kerangka memang menjadi bagian penting untuk menulis suatu karya tulis. Baik itu karya ilmiah maupun non ilmiah, sebab membantu menulis secara efisien dan terfokus atau terarah.

Kerangka yang disusun untuk memastikan pengertian buku pengayaan tetap didapatkan di buku pengayaan yang disusun. Tentu saja disesuaikan dengan pola garis besar, yakni mengambil pokok pembahasan dari kompetensi yang dikuasai tadi.

Meskipun kerangka ini nantinya berfungsi sebagai peta agar terarah dalam menyelesaikan penulisan buku pengayaan. Namun kerangka ini bisa berubah, seiring dengan berkembangnya isi buku yang ditulis. Sebab terkadang akan muncul tambahan materi di tengah penyusunannya, dan hal ini lumrah. Sehingga penulis memiliki kesempatan untuk lebih memperdalam penyampaian materi dari buku pengayaan tersebut.

3. Mengembangkan Kerangka Menjadi Tulisan Utuh

Setelah menyusun kerangka penulisan yang berisi pokok-pokok materi yang akan dikembangkan. Maka di tahap berikutnya adalah mulai menulis, yakni mengembangkan pokok materi dalam kerangka tadi.

Adanya kerangka akan semakin memudahkan proses penulisan buku pengayaan. Sebagai penulis bebas memilih hendak menulis dari materi atau bagian mana dulu. Apakah dari awal sehingga penulisannya akan urut sesuai dengan kerangka yang disusun.

Atau mungkin lebih nyaman memulai penulisan dari bagian tengah atau bahkan dari bagian akhir dulu. Tidak masalah, karena poin kuncinya adalah bisa menyelesaikan buku pengayaan tersebut. Pembahasannya pun akan tetap fokus dan sistematis karena mengikuti kerangka yang sudah disusun.

Tips di atas tentu akan sangat membantu untuk menulis buku pengayaan, sehingga meskipun masih pemula tetap merasa terbantu. Proses penulisannya sendiri memakan waktu yang relatif beragam, tergantung pada komitmen dari penulis.

Sebagai pengajar, mungkin perlu menggunakan waktu khusus untuk menulis agar tugas lain dari instansi tidak terbengkalai. Sebab, meskipun sudah ada kerangka tetap dibutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi agar tulisan tersebut bisa mengalir.

Tahapan dalam Menulis Buku Pengayaan

Melalui penjelasan di atas tentu bisa dipahami pula selain pengertian buku pengayaan adalah mengenai tahapan dari penyusunannya.

Berikut adalah detail mengenai tahapan dari penyusunan buku pengayaan tersebut:

1. Memiliki Wawasan

Tahapan pertama dalam memahami pengertian buku pengayaan sekaligus menulisnya adalah memiliki wawasan. Maksudnya disini adalah penulis perlu menambah wawasan terkait buku pengayaan agar bisa menulis buku pengayaan juga.

Selain itu bisa menguasai suatu materi yang kemudian menjadi modal untuk bisa menyusun buku pengayaan secara jelas dan sempurna. Sebab pembahasan di dalamnya sangat detail dan memakai bahasa yang mudah dipahami oleh pembacanya.

Wawasan ini bisa diperluas dengan rajin membaca, termasuk membaca buku-buku pengayaan. Sehingga bisa paham bagaimana karakteristik dari buku pengayaan tersebut dan susunannya. Wawasan yang luas ini tentu menjadi modal untuk bisa menulis buku pengayaan dengan lancar dan menghasilkan isi yang berkualitas.

2. Mengkaji Asal Mula Gagasan

Setelah memiliki wawasan baik mengenai pengertian buku pengayaan maupun berbagai jenis pengetahuan dan keterampilan. Maka tahap berikutnya adalah mengkaji asal mula dari gagasan tersebut. Apakah dari kehidupan langsung, baik pengalaman pribadi maupun pengalaman dari orang sekitar. Atau gagasan yang sifatnya kontekstual.

Keduanya akan menghasilkan gagasan yang bisa memberi manfaat secara luas. Artinya kedua sumber gagasan tersebut baik, tinggal memilih yang dirasa paling sesuai dan dikuasai. Sehingga proses menulis buku pengayaan menjadi lebih mudah, karena paham betul apa yang ditulis dan bagaimana menuliskannya.

3. Melihat Sasaran Pembaca

Tahap berikutnya adalah melihat sasaran pembaca dari buku pengayaan yang disusun. Sasaran pembaca akan menentukan materi dan bahasa yang digunakan untuk menulis buku pengayaan.

Idealnya memang memilih sasaran pembaca yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.Sehingga bisa menyampaikan suatu materi atau keterampilan dengan detail, jelas, dan juga disampaikan sesederhana mungkin untuk bisa dipahami dengan baik.

Poin kunci lain, adalah dengan memastikan bahwa apa yang sudah ditulis juga bisa dipahami oleh diri sendiri. Jadi, setiap kali selesai menyusun satu bagian ke bagian lain. Maka wajib dibaca dulu. Pastikan sebagai penulis juga paham apa yang ditulis. Sebab jika penulisnya sendiri tidak paham, bagaimana dengan orang lain?

Tentu akan lebih sulit untuk paham. Oleh sebab itu kenali sasaran pembaca, untuk bisa menggunakan jenis bahasa yang tepat. Selain bisa urut dan tertulis dengan rapi, juga bisa dipahami sehingga materi di dalamnya memberi manfaat bagi pembacanya. Tidak kalah penting adalah, penulis juga bisa menentukan buku pengayaan yang disusun masuk ke kategori yang mana.

Apakah buku pengayaan pengetahuan, keterampilan, atau yang lainnya.

4. Memenuhi Kebutuhan Pembaca

Tahap berikutnya adalah mampu memenuhi kebutuhan pembaca. Sehingga menyajikan buku pengayaan yang menyampaikan materi sesuai dengan kebutuhan sasaran pembaca. Misalnya saja, sasaran pembaca adalah kalangan ibu rumah tangga karena menulis buku pengayaan tentang cara mengawetkan bawang merah.

Maka pastikan materi ini memang dibutuhkan oleh kalangan ibu rumah tangga tersebut, mudah atau bisa dipraktekan, dan tentunya bermanfaat. Selain itu, cara penyusunan dan penyampaian materi juga perlu dibuat smeenarik mungkin. Sebab dengan tampilan yang menarik perhatian, maka pembaca akan punya antusias tinggi untuk membaca isinya. Tidak hanya dari bab-bab awal saja namun dibaca sampai bab akhir.

5. Melakukan Penerbitan

Tahap akhir dari penulisan buku pengayaan tentu saja mempublikasikannya. Sebab sama seperti jenis buku lain yang ditulis oleh para pengajar, buku ini pun perlu dipublikasikan. Supaya bisa dikenal luas dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Silahkan mengirimkan naskah buku pengayaan yang disusun kepada penerbit pilihan. Selanjutnya tinggal menunggu kabar baik, apakah naskah langsung diterima atau diterima dengan catatan tambahan. Resiko lain, adalah ditolak oleh penerbit tersebut.

Ketahui alasan penolakan untuk bisa melakukan perbaikan, namun jika alasannya karena kuota penerbitan buku pengayaan penuh. Maka bisa mencoba mengirimkannya ke penerbit lain.

Melalui penjabaran dari pengertian buku pengayaan sekaligus penjelasan mengenai jenis, sampai cara penulisan. Diharapkan akan lebih mudah memahami definisi sekaligus menyusunnya sendiri di kemudian hari.