Contoh buku fiksi mungkin sudah tidak asing bagi sebagian orang. Cerita fiksi merupakan cerita yang berasal dari imajinasi. Dengan kata lain, cerita fiksi adalah cerita yang bukan berdasarkan kenyataan. Kata fiksi sendiri berasal dari bahasa Inggris fiction, yang berarti rekaan atau khayalan.

Fiksi adalah cerita rekaan. Fiksi adalah cabang dari sastra yang menyusun karya-karya narasi imajinatif, terutama dalam bentuk prosa, seperti novel atau dongeng-dongeng, yang ceritanya diimajinasikan.

Contoh buku fiksi di antaranya novel, cerpen, hingga komik. Cerita fiksi adalah karangan non-ilmiah yang tidak berdasarkan pada fakta dan realita. Meskipun fiksi disebut tidak memedulikan fakta sejarah, akan tetapi banyak cerita fiksi yang terinspirasi dari fakta-fakta sejarah.

Mengenal Fiksi

Sebelum mengenali contoh buku fiksi, kamu perlu memahami apa itu fiksi terlebih dahulu. Fiksi berasal dari bahasa Latin fictiō, yang berarti ”tindakan membuat, membentuk, atau mencetak”. Fiksi adalah cerita yang dibuat dengan sengaja tentang sesuatu. Cerita fiksi merupakan cerita yang ‘dibentuk’ dan diciptakan oleh seorang penulis. Fiksi mengacu pada semua jenis sastra yang dibuat dari imajinasi dan biasanya memiliki narasi. Tokoh, setting, dan persoalan di dalam cerita fiksi bersifat realitas imajinatif bukan objektif.

Kebenaran yang ada di dalam cerita fiksi adalah bukan kebenaran objektif, melainkan kebenaran logis melalui penalaran. Kebenaran logis ini menyebabkan setiap cerita fiksi adalah karya yang selalu memiliki penafsiran yang berbeda-beda pada setiap pembaca. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fiksi adalah cerita rekaan. Ini berarti cerita fiksi adalah cerita rekaan, khayalan, atau tidak berdasarkan kenyataan. Menurut Ensiklopedia Britannica, fiksi adalah jenis karya sastra yang dibuat dari imajinasi, tidak disajikan sebagai fakta, meskipun mungkin didasarkan pada kisah atau situasi nyata.

Ciri-Ciri Fiksi

Contoh buku fiksi tentunya memiliki ciri-ciri tertentu dalam ceritanya. Berikut ciri-ciri fiksi:

– Fiksi memiliki kebenaran relatif dan tidak mutlak.

– Cerita fiksi adalah cerita yang bersifat rekaan atau berupa imajinasi pengarang (subjektif)

– Fiksi menyasar emosi atau perasaan pembaca.

– Karya fiksi tidak memiliki sistematika penulisan yang baku.

– Biasanya fiksi menggunakan bahasa yang bersifat konotatif.

– Cerita fiksi adalah cerita yang mengandung pesan moral atau amanat tertentu.

– Menampilkan sudut pandang berbeda

Unsur-Unsur Cerita Fiksi

Unsur cerita fiksi merupakan segala hal yang ada di dalam karya sastra fiksi. Contoh buku fiksi tentunya memiliki segala unsur ini. Berikut unsur-unsur fiksi yang perlu kamu ketahui:

– Tema, merupakan ide pokok persoalan yang menjiwai seluruh cerita fiksi. Sering kali tema diangkat dari konflik kehidupan.

– Plot, merupakan dasar cerita atau pengembangan fiksi.

– Alur, adalah rangkaian cerita fiksi. Alur terdiri dari alur maju, alur mundur, atau alur maju-mundur. Penyelesaian alur bisa berbentuk alur klimaks dan alur anti klimaks.

– Setting, merupakan tempat terjadinya cerita, dibedakan menjadi setting geografis (tempat kejadian), dan setting antropologis (situasi masyarakat, Kejiwaan, adat istiadat).

– Tokoh, merupakan pelaku yang menghidupkan cerita fiksi. Tokoh terdiri dari tokoh utama (protagonis), tokoh lawan (antagonis), dan tokoh penengah.

– Sudut pandang, adalah hal yang mendasari tema dan tujuan penulisan. Sudut pandang bisa berupa gaya orang pertama tokoh utama, atau gaya orang ketiga serba tahu.

– Suasana, adalah unsur fiksi yang mendasari suasana cerita penokohan yang menimbulkan konflik. Suasana bisa menyedihkan, mengharukan, menyenangkan, dan menantang.

Jenis-Jenis Fiksi

Menurut teori pengkajian fiksi, jenis-jenis fiksi dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu fiksi historis, fiksi biografis, dan fiksi sains.

– Fiksi historis, adalah fiksi yang berangkat dari fakta sejarah. Data dalam fiksi seperti latar tempat, tokoh, alur, dan elemen fiksi memiliki kesamaan dengan fakta sejarah yang ada. Fiksi jenis ini justru menjadi alternatif sumber sejarah, meskipun tidak 100 persen benar.

– Fiksi biografis, adalah fiksi yang berdasarkan pada fakta penulisan biografi seseorang. Contoh buku fiksi ini yaitu buku Catatan Seorang Demonstran, Bung Tomo, dan Amien Rais.

– Fiksi Sains, adalah fiksi yang berangkat dari dasar penulisan ilmu pengetahuan. Contoh buku fiksi ini yaitu Supernova karya Dewi Lestari dan Bilangan Fu karya Ayu Utami.

Contoh Buku Fiksi

Contoh buki fiksi di antaranya yaitu cerpen, novel, dongeng, drama, puisi, hikayat, fabel, mitos, komik, dan cerita rakyat.

Novel

Contoh buku fiksi yang pertama yaitu novel. Novel adalah sebuah cerita fiksi yang menceritakan seorang tokoh utama yang kehidupannya dipenuhi dengan pro dan kontra dalam ceritanya. Mulai dari awal hingga akhir, novel memiliki klimaks dan penyelesaian. Ciri-ciri novel adalah tidak dibaca sekali duduk, plot mengarah ke insiden atau kejadian jamak, watak tokoh dilakukan pengembangan secara penuh, dimensi ruang dan waktu yang lebih luas, cerita lebih luas dan bisa mencapai keutuhan secara inklusi.

Cerpen

Cerpen adalah contoh buku fiksi dengan cerita yang lebih pendek dan lebih padat dibanding novel dan roman. Ciri-ciri cerpen adalah bisa dibaca dalam sekali duduk, plotnya mengarah hanya kepada suatu insiden atau kejadian tunggal, watak tokoh tidak dikembangkan secara penuh apabila tokoh itu baik maka hanya kebaikan saja yang diceritakan sedangkan sifat lainnya tidak, dimensi ruang dan waktunya terbatas, cerita lebih berisi, memusat dan mendalam, mencapai keutuhan secara ekslusi.

Komik

Contoh buku fiksi berikutnya yaitu komik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komik adalah cerita bergambar (dalam majalah, surat kabar, atau berbentuk buku) yang umumnya mudah dicerna dan lucu. Komik merupakan kombinasi teks dan gambar, sehingga banyak orang yang menyukai buku fiksi satu ini. Kombinasi dari teks dan visual tentunya akan membuat membaca makin menarik. Contoh buku fiksi komik di antaranya One Piece, Naruto, Blue Lock, Captain America, Iron Man, Gundala Putra Petir, Wiro Sableng, dan lain sebagainya.