Dulu sebelum ada media sosial, orang cenderung akan menumpahkan perasaannya dalam sebuah buku bertajuk diary. Bagi beberapa orang, bahkan diary atau buku harian ini menjadi tempat menyimpan kenangan mereka.

Merasa suka kepada seseorang, kemudian langsung mengutarakannya dalam coretan kata demi kata di atas lembaran buku harian. Buku ini juga bisa menyimpan rahasia terbesarmu.

Apakah menulis diary hanya untuk curhat-curhat saja? Tahukah kamu jika menulis buku harian memiliki manfaat yang cukup mengejutkan?

Melansir Huffpost, Selasa (1/11/2022), berikut 8 manfaat dari membuat diary atau buku harian:

1. Mengembangkan IQ

Topik yang hangat, tetapi kasus yang kuat mendukung kemampuan untuk mengubah IQ kamu. Sebuah laporan oleh University of Victoria mencatat bahwa menulis sebagai bagian dari pembelajaran bahasa memiliki korelasi positif dengan kecerdasan.

Menulis jurnal adalah eksplorasi bahasa, kamu akan memiliki dorongan alami untuk mencari kata-kata baru dan meningkatkan kosakata.

Laporan tersebut selanjutnya mengatakan,”Salah satu ukuran tunggal terbaik dari kecerdasan secara keseluruhan yang diukur dengan tes kecerdasan adalah kosakata.”.

2. Membangkitkan Perhatian Penuh

Ini adalah alasan yang bagus untuk membuat buku harian. Ada hubungan yang kuat antara kebahagiaan dan perhatian penuh.

Membuat buku harian membawa kamu ke dalam keadaan kesadaran penuh; kekhawatiran masa lalu dan kecemasan tentang masa depan akan lenyap di saat ini.

Menulis di buku harian memanggil pikiran yang berkeliaran untuk menjadi perhatian, dari kepasifan menjadi aktif terlibat dengan pikiran kamu.

3. Bantu Mencapai Tujuan

Membuat buku harian sering kali menyertakan impian dan ambisi kamu, tapi gagasan bahwa kata-kata yang dituliskan dapat membantu mencapai tujuan bisa dibilang khayalan. Akan tetapi, kata-kata yang kamu tulis juga bisa dibilang memberi kekuatan.

Menulis tujuan memberi sinyal ke otak kamu bahwa ‘ini penting’. Sistem pengaktifan retikular kamu atau reticular activating system (RAS) kemudian menandai peluang dan sarana yang relevan untuk mencapai tujuan itu.

Tujuan yang lebih rinci memberikan jejak rekam psikologis, dan meningkatkan kemungkinan untuk mencapainya.

4. Kecerdasan Emosional

Kecerdasan Emosional adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi diri kamu, dan orang lain. Membuat buku harian adalah jalan keluar untuk memproses emosi dan meningkatkan kesadaran diri.

Pemahaman dalam diri ini menjadi jembatan empati, kamu akan lebih baik dalam memahami dan mengerti apa yang dialami orang lain.

Mampu menyamakan persepsi dengan seseorang adalah tanda kecerdasan emosional, dan memungkinkan hubungan yang jauh lebih dalam.

5. Meningkatkan Memori dan Pemahaman

Ada hubungan unik antara tangan dan otak, yang dipicu oleh susunan pikiran dan ide.

Kata-kata adalah wujud dari ide; pembentukan huruf dan menyebabkan pikiran untuk membuat atau menyusun kembali ide-ide saat membuat buku harian.

Hal ini memperkuat informasi yang telah dibahas sebelumnya dan memaksa kamu untuk terlibat dalam ingatan kognitif.

6. Memperkuat Disiplin Diri

Menyisihkan waktu untuk menulis, baik pagi atau sore hari, adalah tindakan disiplin. Seperti otot, semakin sering kamu melatihnya, semakin kuat jadinya.

Kemudian, kebiasaan yang terbentuk di satu bidang kehidupan memiliki kecenderungan untuk menyebar; seperti menjaga kebersihan saat di sekolah mengarah pada menjaga kamar tidur tetap rapi, latihan menulis harian akan menjadi domino ke kebiasaan sehat lainnya.

7. Meningkatkan Keterampilan Komunikasi

“Menulis memiliki hubungan penting dengan berbicara” menurut laporan Stanford. Membuat buku harian adalah bentuk komunikasi tertulis, meskipun untuk diri sendiri.

Meski demikian, kemampuan komunikasi lisan dari menelusuri pikiran tertulis kamu secara alami diterjemahkan dalam vokalisasi yang sebenarnya.

8. Healing

Menulis ekspresif adalah jalan menuju healing atau penyembuhan – secara emosional, fisik, dan psikologis. James Pennebaker, penulis Writing to Heal telah melihat peningkatan fungsi kekebalan tubuh pada peserta latihan menulis.

Stres sering kali berasal dari penyumbatan emosional, dan terlalu banyak memikirkan hipotetis.

Dia menjelaskan, “Ketika kita menerjemahkan pengalaman ke dalam bahasa, pada dasarnya kita membuat pengalaman itu dapat dipahami.”

Dengan melakukan hal itu, kamu membebaskan dirimu dari mental yang terjerat dalam trauma.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pelepasan emosi dari menulis buku harian menurunkan kecemasan, stres, dan mendorong tidur yang lebih baik.

Baca Juga : Daftar 10 Universitas Tertua di Dunia, Salah Satunya Didirikan Perempuan