Sistem pendidikan di Korea Selatan terkenal dengan kerja keras dan ketekunannya.

Menurut kebudayaan mereka, keberhasilan dalam dunia pendidikan meningkatkan status dalam masyarakat.

Pendidikan danggap sebagai prioritas yang tinggi sehingga anak harus tahu bagaimana cara belajar, cara kerja keras dan bertahan jika gagal.

Sistem pendidikan mereka mengajarkan untuk tidak menyerah. Tahun ajaran di Korea berlangsung dari bulan Maret sampai Februari.

Semester pertama berlangsung selama 5 bulan, Maret hingga Juli, dan diikuti dengan 1 bulan liburan musim panas.

Periode kedua dimulai pada bulan September dan berakhir pada bulan Februari, dengan liburan musim dingin selama satu setengah bulan.

Liburan ini dimulai pada pertengahan Desember dan berakhir pada akhir Januari.

Baca Juga : TOP 10 Universitas Terbaik di Amerika Serikat 2020

Saat ini sistem pendidikan di Korea Selatan disebut dengan 6-3-3-4.

Maksudnya, seorang siswa akan menempuh pendidikan SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, dan S1 selama 4 tahun.

Adapun usia pendidikannya, yakni:

  • Playgroup usia 1-4 tahun
  • TK usia 5-7 tahun
  • SD usia 8-13 tahun
  • SMP usia 14-16 tahun
  • SMA usia 17-19 tahun

Pendidikan di Korea Selatan memang dikenal sudah menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Namun, dibalik semua itu pastinya ada kunci kesuksesan yang membuat masyarakat Korea Selatan bisa maju seperti sekarang, terutama sistem pendidikannya.

Lalu, seperti apa sistem pendidikan di Korea Selatan? Apa yang membuatnya berhasil? Berikut adalah beberapa alasannya, Ngabs.

1. Sistem Hagwon

Meski pelajaran di sekolah telah usai, siswa rupanya tidak langsung pulang, Ngabs. Mereka akan melanjutkan bimbel setelah sekolah yang dikenal dengan Hagwon.

Untuk siswa sekolah menengah biasanya difokuskan pada bidang akademik, sementara siswa sekolah dasar bisa memilih antara bidang akademik, seni, atau olahraga.

Materi yang mereka pelajari saat Hagwon lebih ditekankan pada pelajaran:

  • Fisika
  • Sosial
  • Matematika
  • Bahasa Inggris
  • Bahasa Korea

Untuk siswa SMP dan SMA, kelas Hagwon dimulai pukul 17.00 dengan waktu makan malam pada pukul 18:00.

Setelahnya siswa kembali belajar sampai pukul 20:00 atau 22:00, tergantung sekolahnya.

Secara hukum, sekolah tidak diperbolehkan mengadakan kelas setelah pukul 22:00. Namun, tidak semua sekolah mematuhi aturan tersebut.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Sekolah Internasional di Jakarta yang Terbaik

2. Kurikulum

Sistem pendidikan di Korea Selatan memiliki kurikulum nasional yang dipantau Kementerian Pendidikan dimana setiap 5-10 tahun akan direvisi.

Kurikulum yang terbaru mengharapkan masyarakat lebih demokratis, memiliki keyakinan moral dan kewarganegaraan yang kuat.

Kurikulum utama terdiri dari sembilan mata pelajaran utama, yakni:

  • Pendidikan moral
  • Bahasa Korea
  • Studi sosial
  • Matematika
  • Sains
  • Pendidikan jasmani
  • Musik
  • Seni rupa
  • Seni praktis

Bukan hanya itu, Korea Selatan juga sudah menerapkan kurikulum teknologi secara menyeluruh ke dalam pendidikan tingkat menengah.

Mereka memiliki fasilitas untuk menunjang pembelajaran.

3. Adanya Tes Masuk SMA

Khusus untuk SMA, siswa tidak perlu ikut ujian.

Namun, bagi mereka yang ingin melanjutkan ke tingkat SMA, anak harus mengikuti College Scholastic Aptitude Test (CSAT) atau dikenal dengan Suneung.

Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun menjelang Suneung, orang tua akan mendaftarkan anak-anak mereka di Hagwon.

Pada hari tes ini, jalur penerbangan akan dialihkan di sekitar tempat pengujian agar peserta tes tidak kehilangan konsentrasinya.

Tes ini dilaksanakan selama delapan jam (08:00-17: 00) serentak pada hari Selasa kedua bulan November. Materi ujiannya berupa:

  • Bahasa Korea
  • Bahasa Inggris
  • Matematika
  • Sejarah Korea
  • Bahasa asing kedua atau karakter Cina
  • 2 mata pelajaran tambahan

Karena tidak dianggap sebagai pendidikan wajib di Korea Selatan, para calon siswa SMA harus membayar biaya masuk dan uang sekolah.

 

4. Setiap Siswa Memiliki Nama Inggris

Tahukah Ngabs, di Korea Selatan masing-masing siswa memiliki nama versi Inggris, terutama yang ikut Hagwon.

Nama tersebut bisa dipilih sendiri atau dipilihkan oleh orang tua atau guru mereka.

Hal ini untuk memudahkan orang lain memanggil mereka, sebab terkadang beberapa pelafalan nama Korea sulit diucapkan.

Apalagi bagi orang asing yang tidak terbiasa dengan bahasa mereka.

Jadi, jangan heran ya, Ngabs jika bertemu dengan seorang murid yang memperkenalkan dirinya sebagai “Spiderman”.

Korea Selatan merupakan salah satu negara Asia yang memiliki kinerja terbaik berdasarkan hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2018 silam.

Berdasarkan skor PISA, Korea Selatan berhasil menempati posisi ke-7 dengan skor membaca 514, sains 519, dan matematika 526.

Hal ini tentu saja merupakan pencapaian luar biasa bagi negara yang baru membangun sistem pendidikannya di akhir abad ke-20.

Selain itu, berikut adalah beberapa fakta dan kelebihan pendidikan di Korea Selatan, seperti:

  • Tugas individu lebih dominan dibandingkan tugas berkelompok atau berdiskusi
  • Siswa belajar di ruangan yang sama sepanjang hari, sementara guru akan memantau dari satu kelas ke kelas lain
  • Kelas sudah selayaknya rumah, jadi sebagian besar sekolah menerapkan anak muridnya memakai sandal atau sepatu khusus
  • Pelajaran bahasa Inggris sudah dimulai sejak kelas 3
  • Adanya materi pelajaran pendidikan teknis untuk anak laki-laki dan ekonomi rumah tangga untuk anak perempuan di kelas 8 dan 9
  • Korea Selatan telah melarang kelas bahasa Inggris untuk siswa kelas 1 dan 2 di sekolah dasar
  • Persyaratan kehadiran membutuhkan minimal 220 hari di masing-masing ketiga tingkat yaitu SD, SMP, dan SMA
  • Di SMA, siswa tahun pertama wajib mengambil program kursus
  • Pada tahun kedua, siswa dapat memilih di antara 3 jalur, yakni humaniora dan studi sosial, jalur ilmu alam, dan kejuruan

Itulah tadi informasi penting seputar sistem pendidikan di Korea Selatan.

Semoga dengan informasi ini Ngabs bisa merencanakan kebutuhan belajar Si Kecil agar lebih matang jika ingin menyekolahkannya di Korea Selatan.